Minggu, 14 Desember 2014

Nose, Eyes, Ears

Belum lama ini Seorang "pawang" anjing datang ke Indonesia, namanya Cesar Millan. Dia dalam menaklukan anjing karena dia mempelajari kebiasaan yang dilakukan oleh anjing. Terdapat beberapa macam teori yang bisa dilakukan, tetapi yang menarik aku untuk berbagi pada malam hari ini adalah teori mengenai Nose, Eyes, Ears. Tulisan ini merupakan beberapa inti dari buku Cesar's Way yang aku baca beberapa hari yang lau. 

Nose, Eyes, Ears (Hidung, Mata, Telinga) merupakan konsep dasar dari perilaku anjing. Saat anak anjing lahir, anak anjing tersebut memiliki hidung yang sudah terbuka, tetapi mata dan telinganya masih tertutup. Selama kurang lebih 15 hari anak anjing berusaha mencari induknya untuk menyusu hanya dengan menggunakan kemampuan hidungnya dan merasakan bau dari induknya, setelah 15 hari mata anak anjing mulai membuka, dan setelah 20 hari fungsi dari telinga anjing mulai berjalan. Jadi pada saat awal awal anak anjing akan menggunakan hidungnya untuk mencari (bau dan aroma) sang induk sehingga anak anjing tersebut dapat menyusu kepada induknya, setelah itu baru mata, dan telinga.

Beda dengan manusia, manusia lebih suka dengan konsep "Seeing is Believing" (a.k.a kalau tidak melihat secara langsung maka tidak percaya). Perbedaan konsep dasar ini sering menimbulkan perselisihan antara anjing dengan pemiliknya. 

Berikut ini aku sedikit berbagi pola alami anjing :
Hidung
Pada dasarnya Anjing untuk pertama kali mengenal lingkungannya hanya dengan cara mengendus-endus, coba liat pada saat anjing (dalam kondisi tenang) menemui orang-orang baru disekitarnya, yang dia lakukan pasti mengendus bagian genital-nya. Jangan risih, jangan larang dia, karena itu memang bawaan anjing untuk mengetahu A,S,L (Age, Sex, Location a.k.a informasi) orang yang datang. Ingat seperti anjing waktu bayi, indra yang dia temui pertama di dunia ini adalah penciumannya, dan itu akan dibawa terus di kehidupan si anjing tersebut. 

Mata
joy the beagle
Setelah hidung, indra yang dipakai berikutnya adalah mata, dengan mata ini anjing belajar melihat gesture tubuh induknya/manusia yang merawatnya. Gesture tubuh yang baik saat menemui anjing  pertama kali adalah berdiri rileks tetapi tegap penuh wibawa, untuk membantu rileks mungkin diperlukan menarik napas panjang dan menghembuskannya. Anjing kalau dalam kelompoknya pasti akan mengikuti pemimpin kelompok, dan pemimpin kelompok tersebut adalah anjing yang paling tegas, paling bisa mengayomi seluruh kelompok. Jika anjing tersebut merasa pemimpin kelompok nya tidak dapat mengayomi anggotanya, maka mereka akan mengikuti anjing yang bisa mengayomi yang lainnya, bahkan ada kemungkinan mereka yang biasa mengikuti dapat muncul sebagai pemimpin. Begitu juga saat anjing melihat kita, kalau mereka melihat kita tidak memiliki "wibawa" untuk memimpin, maka anjing tersebut akan menunjukan sisi "dominan"nya agar kita menjadi pengikut dia. 

Telinga
Akhirnya, setelah 20 hari anjing lahir telinga baru dapat berfungsi sempurna, dia mulai dapat mendengar suara2, membedakan suara induknya dan bukan. Dia mulai mengenal pembicaraan yang dilakukan oleh induknya.

Jadi konsep alami yang ada pada anjing adalah menggunakan hidung, mata dan telinga. Sedangkan pada manusia umumnya saat mencoba mengontrol anjing menggunakan konsep telinga, mata, hidung. Saat ingin melatih anjing untuk mengenal manusianya, mereka teriak memanggil anjing (telinga), lalu dengan melambai lambaikan tangan untuk memanggil (mata), baru dengan bau tubuh mereka mereka mendekat ke anjing (hidung). Konsep ini sangat berbeda dengan konsep alami yang dipunyai anjing. Maukah kalian sebagai Pemimpin anjing melakukan konsep seperti konsep alami sang anjing? ingat "HIDUNG, MATA, TELINGA"









Tidak ada komentar:

Posting Komentar