Minggu, 11 Januari 2015

Bahagia itu Mudah

Bahagia merupakan salah satu yang ingin dicapai oleh setiap orang di dunia ini. Kebahagiaan merupakan hal yang abstrak, dan setiap orang memiliki kriteria sendiri mengenai apa yang disebut bahagia.

Ada sebuah kejadian di masa liburan lebaran lupa tahun berapa, aku merasa bete karena liburan itu aku tidak kemana-mana. Di sosial media seperti Instagram, Facebook banyak sekali terdapat update foto foto teman-temanku yang sedang tersenyum tertawa di luar negeri. Pada saat itu aku berpikir bahwa sangatlah bahagia jika kita bisa bepergian ke luar negeri, have fun ke obyek wisata dan berkuliner mencoba makan baru di luar negeri. Tidak kusadari ada sebuah foto temenku, dia sedang berfoto bersama istri dan anaknya, foto yang membawaku kembali dari alam khayalku. Foto temanku bersama  keluarganya di sebuah pantai di yogyakarta, senyum dan tawa keluarga itu menunjukan sebuah kebahagiaan. Dari kejadian diatas, aku mulai berpikir apa sih bahagia itu? kenapa kita bahagia? apa yang membuat kita bahagia? Karena dari keduanya mau yang pergi keluar negri maupun yang berada di dalam kota, keduanya sama sama bahagia. 

Menurutku bahagia itu dapat dicapai pada saat kenyataan yang kita dapati melebihi dari harapan yang kita idam-idamkan. Pada saat lebaran itu mungkin harapan yang aku idam-idamkan adalah dengan bepergian ke luar negri, sehingga saat aku tidak mencapainya aku tidak merasa bahagia. Yang menjadi pertanyaan buat aku adalah, apakah yang membuat tidak bahagia apakah karena aku yang berada di rumahku atau harapanku yang ingin berlibur di luar negeri?

Di kota kecil seperti wates
akupun dapat bahagia
Berkaca dari temanku yang dapat bahagia hanya dengan berpergian ke sebuah pantai di jogja, kemungkinan besar kesalahanku adalah aku mengatur harapan aku yang cukup tinggi, sehingga saat tidak dapat mencapainya, aku merasa kecewa. Bahagia dipengaruhi oleh faktor internal (pemikiran kita, harapan kita) bukan faktor eksternal (lokasi, alam, cuaca dll). 
Pada saat kita dapat mengontrol harapan/faktor internal kita, maka kita dapat bahagia kapanpun dan pada kondisi apapun. Seperti saat aku menemui tulisan "HOLLYWOOD" di sebuah kota kecil 20 km dari yogyakarta, akupun dapat berfoto dengan perasaan bahagia, seru, asik, meskipun yang tertulis dibelakangku ini bukan tulisan "HOLLYWOOD" yang asli yang berada di film-film barat. Jadi pada saat kita memiliki kunci untuk bahagia, bahagia itu merupakah hal yang mudah bukan?


Sabtu, 03 Januari 2015

Rule of Thirds

Rule of thirds merupakan salah satu teori dasar fotografi yang membantu kita untuk menghasilkan foto yang lebih enak dilihat dan tidak terkesan monoton. Pada umumnya fotografer pemula sering sekali menempatkan fokus foto di tengah. Rule of thirds mengajarkan kita untuk menempatkan komposisi di salah satu sisi bagian. 


Dasar dari aturan ini adalah dengan membagi foto menjadi 9 bagian (2 garis horisontal dan 2 garis vertikal yang sama besar), lalu menempatkan obyek foto di salah satu perpotongan garis horisontal dan vertikal tersebut. Pada umumnya foto yang dihasilkan akan lebih terlihat dinamis, dan tidak terlihat monoton. 

Rule of thirds pada umumnya digunakan untuk memfoto lanscape/pemandangan, tetapi dapat juga untuk membantu foto selfie, sehingga kita masih mendapatkan foto pemandangan dimana kita foto. Penempatan foto object (kita) di salah satu sisi membuat kita memiliki sisa ruang untuk menampilkan background pemandangan.
Untuk membantu dalam menciptakan Rule of Third, pada kamera-kamera keluaran sudah diperlengkapi dengan bantuan garis "GRID" yang membagi foto menjadi 9 bagian. 


Bandingkan gambar diatas, komposisi objek di tengah akan sedikit monoton, 
dibandingkan dengan komposisi menggunakan rule of third



 Komposisi Candi Ratu boko juga terlihat lebih menarik jika diletakan sesuai dengan rule of third
komposisi langit yang terletak di 2/3 bagian ini juga memberikan efek dramatis pada foto ini



Sate Kambing "Mbah So", Yogyakarta

Jika kalian mendambakan tongseng kambing yang kental dan juicy, sangat tepat apabila kalian mencobanya di tempat makan satu ini. Warung Sate & Gulai Kambing "Mbah So" yang terletak di daerah kota gede yogyakarta ini memang bukan tempat makan baru pagi pemburu daging kambing yogyakarta. 

Tongseng Kepala Kambing
Tongseng yang dibuat dari kuah gulai kambing yang kental membuat rasa tongseng ini sangat membuat ketagihan, ditambah dengan cara memasaknya yang menggunakan arang dan memasaknya hingga kental benar benar membuat tongseng disini berbeda dengan tempat makan tongseng yang lain. Di tempat makan ini kalian dapat merasakan hampir semua olahan bagian daging kambing, dari kepala hingga kaki, dari daging hingga jerohan (organ dalam) semua ada.


Sate Kambing Mbah So ini langsung dilayani oleh pemiliknya, dan dibuat satu per satu sehingga menjaga kualitas dan citarasa dari setiap masakannya. Lokasi ini warung sate gulai kambing "mbah so" terletak di jalan R. Ronggo 32, Karang, Kotagede Yogyakarta (bisa dilihat titik biru di peta). Nomer telp (0274) 7102909

Harga 1 porsi :
Tongseng      : Rp 18.000,-
Sate Bakar    : Rp 18.000,-
Sate Goreng  : Rp 18.000,-
Nasi Goreng : Rp 20.000,-



Jumat, 02 Januari 2015

Resolusi, antara Khayalan, Harapan, atau Kenyataan

Tahun baru sering dipakai sebagian kalangan untuk memulai menuliskan resolusi/target yang akan dicapai pada setahun kedepan. Ada sebuah postingan di media sosial yang cukup menggelitik yang bertuliskan : " RESOLUSI 2015 ADALAH MEYELESAIKAN RESOLUSI 2014, YANG ISINYA ADALAH RENCANA TAHUN 2013, YANG MANA RENCANA TERSEBUT DIBUAT TAHUN 2012". Jika benar resolusi kalian seperti tulisan diatas ini, apakah resolusi yang kalian buat ini merupakah khayalan awal tahun? apakah harapan kalian dalam setahun mendatang? atau merupakan kenyataan yang akan kalian capai tahun ini?

Mari kita coba selidiki kenapa reolusi yang kita sering tulis tidak tercapai. Pada saat aku menonton televisi dirumah ada wartawan yang menanyakan apa resolusi yang diinginkan seseorang tokoh, jawaban tokoh tersebut "Resolusi tahun 2015 ini menjadi orang yang lebih baik lagi dibanding tahun 2014". Apakah ada yang salah dengan resolusi tersebut? Menurutku salah sih tidak, hanya kurang tepat. Kenapa? Karena "menjadi orang yang lebih baik" merupakan sesuatu yang tidak dapat diukur atas tingkat pencapaiannya, seberapa baik? apanya yang baik? kesehatan? karir? study? 

Permasalahan yang sering aku temui adalah resolusi yang kita buat seringnya "ngambang". Bagaimana agar resolusi kita lebi engga "ngambang"? Ada banyak teori yang dapat membantu, tetapi kali ini aku akan mencoba menggunakan SMART theory

SMART Theory sangat membantu agar resolusi kita tidak "ngambang". SMART itu merupakan singkatan dari Spesific-Measureable-Achievable-Relevant-Time
1. Spesific
Mempunyai resolusi haruslah Spesific (detail) sehingga kita dapat menilai tingkat kesuksesan kita. "Menjadi orang yang lebih baik lagi" itu sangat general, kita harus detailkan ketingkat yang lebih kecil lagi, jika dibidang kesehatan kita dapat menuliskan "menjadi orang yang memiliki berat badan 60 kg", "Mengurangi angka yang melebihi batas diatas rata-rata dalam hasil tes darah rutin", etc
2. Measureable
Measurable artinya dapat diukur resolusi kita. "Lebih baik" itu tidak dapat diukur, sebaiknya sebuah resolusi itu dapat diukur. Seperti contoh tadi "menjadi orang yang memiliki berat badan 60 kg", 60 kg merupakan hal yang bisa diukur, jika berat sekarang 70 kg ingin menjadi 60 kg maka dalam 1 tahun diharapkan dapat menurunkan 10 kg. 
3. Achievable
Sebuah resolusi harus dibuat untuk dapat dicapai. Dicapai ini dalam arti hal yang wajar, dan masuk akal, bukan resolusi yang asal sebut dan yang tidak mungkin dicapai
4. Relevant
Sebuah resolusi harus relevan sama kehidupan kita, jangan membuat resolusi yang relevan dengan kehidupan orang lain karena resolusi ini lebih menyangkut diri kita sendiri, bukan orang lain. 
5. Time
Resolusi haruslah memiliki tenggang waktu, tenggang waktu itu kita yang atur. Alangkah baiknya jika dalam resolusi 1 tahun itu kita dapat membaginya dalam target-target kecil jangka waktu 6 bulanan, 4 bulanan, 3 bulanan bahkan 1 bulanan. Jika seperti contoh diatas ada orang yang akan menurunkan berat badan 10 kg dalam 1 tahun, maka dalam resolusi itu dapat dibagi dalam setiap 3 bulan harus turun minimal 2,5kg. Pembatasan waktu ini membantu kita agar kita lebih terpacu untuk menyelesaikan, dan tidak menumpuk di belakang.

Semoga SMART Theory ini berhasil membantu untuk memperjelas resolusi kita yang sering "ngambang".

Kamis, 01 Januari 2015

Kamera Pocket vs Kamera DSLR

Beberapa hari ini di kota yogyakarta penuh dengan wisatawan. Long wiken seperti libur natal dan libur tahun baru ini membawa berkah bagi sebagian besar usaha pariwisata di yogyakarta, dari hotel hingga jajanan pinggir jalan, dari wisata bersejarah hingga wisata alam. 
Jalan Malioboro merupakan jalan yang tidak bisa dipisahkan dari kota yogyakarta. Uniknya setelah kuamati beragam wisatawan tahun ini yang berada di kawasan malioboro untuk mengabadikan kenangan pada umumnya membawa tongsis (tongkat narsis) atau kamera DSLR. Tongsis dan Handphone hampir mudah didapati di setiap ujung lokasi pemotretan (dibawah tulisan "Jl. Malioboro") merupakan perangkat yang paling simple untuk mengabadikan kenangan bersama-sama. 
Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex), merupakan kamera yang menggunakan sistem Single Lens Reflex, dimana sering disebut kamera semi pro. Kemampuan kamera ini sama seperti kamera manual jaman dahulu, dimana kita dapat mengatur berapa kecepatan, banyaknya cahaya yang masuk, iso/ asa (pada film) yang digunakan. Lensa pada kamera DSLR dapat diganti sesuai dengan kebutuhan masing masing keperluan (wide angle, normal, tele). 
Kebanyakan wisatawan yang aku lihat di sepanjang malioboro tidak memanfaatkan fitur-fitur (kelebihan) kamera DSLR untuk mengabadikan kenangan, pada umumnya mereka menggunakan fitur "AUTO" dengan kondisi flash otomatis terangkat. Tidak ada salahnya adanya fitur "AUTO" pada kamera DSLR ini, hanya saja jika kita hanya dapat  menggunakan "AUTO" kenapa kita harus menggunakan kamera DSLR. Teman saya pernah berkata, "Kalau hasil fotomu bisa dicapai menggunakan kamera pocket, kenapa harus menggunakan kamera DSLR?". Kata-kata temanku ini sangat membekas disetiap aku melakukan pemotretan dengan menggunakan kamera DSLR. Pada saat aku melakukan pemotretan dengan DSLR selalu mencoba untuk mendapatkan hasil foto yang tidak dapat didapatkan oleh kamera pocket.  
Setahu aku kamera DSLR bukan barang murah, meskipun dengan spesifikasi yang paling bawah pun harga kamera tersebut tetap jauh lebih tinggi dibanding dengan kamera pocket. Jadi kenapa kita harus buang uang lebih kalau kita bisa menghasilkan foto yang sama jika kita menggunakan kamera yang lebih murah. 
Foto Menggunakan Kamera Pocket Casio + Editing Photoshop
Apakah kamera pocket dapat menghasilkan gambar yang cukup bagus untuk bersaing dengan fitur "AUTO" kamera DSLR? Untuk itu aku hanya dapat memberikan contoh hasil fotoku yang aku ambil dengan kamera casio (kalau tidak salah pada waktu itu aku beli dengan harga  kurang lebih 1 jutaan).
Tulisan ini hanya ditujukan untuk membantu teman-teman apakah teman-teman memang membutuhkan kamera DSLR, atau cukup dengan kamera pocket.


NB. Sedikit berbagi, build in flash yang terdapat pada kamera kalian (pocket maupun DSLR) hanya dapat membantu menerangi sejauh maksimal 2 meter dari sumber cahaya. jadi inget jika menggunakannya jangan jauh jauh dari kamera.

Kabaret OYOT GODHONG, Yogyakarta

Orang Indonesia jarang mengenal kata kabaret, menurut kamus besar bahasa indonesia online kabaret adalah : merupakan pertunjukan hiburan berupa nyanyian, tarian, dst. Kabaret Oyot Godhong ini merupakan kabaret yang ditampilkan oleh artis artis ladyboys di yogyakarta. 

Kabaret yang berlangsung selama 90 menit ini menampilkan lagu-lagu dari jazz hingga dangdut, dari pop hingga rock dan dikemas dengan penampilan tari-tarian yang menghibur. Meskipun artis yang tampil merupakan ladyboys tetapi kemasan pertunjukan ini disuguhkan dengan sangat luar biasa, dari tatanan panggung, make up, wardrobe, dan Style dari para artis tersebut benar-benar bagus dan profesional. Dijamin dengan menonton Kabaret ini kalian dapat terhibur sekaligus terkagum akan keseriusan para ladyboys ini. 


Untuk Menikmati Kabaret ini kalian cukup membayar dengan uang sebesar Rp. 30.000,- Lokasi kabaret ini adalah Gedung Mirota Batik lantai 3, jalan Malioboro / A. Yani yogyakarta. Pertunjukan ini hanya diadakan 2x dalam 1 minggunya, yaitu pada hari jumat malam dan sabtu malam pada pukul 19.00-20.30. Bagi yang membawa kedaraan bermotor roda 4, dapat memarkirkan kendaraannya di pelataran benteng Vredeberg dengan biaya Rp. 5.000,- / sekali parkir. 

Karena tempat duduk yang disediakan terbatas (berebut), maka kalian jika ingin menyaksikan dapat hadir 1-1.5 jam sebelum acara agar dapat spot yang enak untuk menontonnya. Alangkah enaknya kalian menontonnya di lantai 2 karena pandangan kalian akan setara dengan panggung.  Jikalau tidak ingin berebut kalian dapat datang di hari senin untuk membeli tiket + reservasi tempat untuk menonton di hari jumat / sabtu nya. 







Minggu, 28 Desember 2014

Soto Kadipiro, Yogyakarta

Seakan tidak lengkap jika mengunjungi yogyakarta tetapi tidak sarapan pagi di Soto Kadipiro. Soto Kadipiro menawarkan Soto ayam kampung dengan kuah yang khas disandingkan dengan potongan daging ayam yang diberi potongan tomat dan kecap manis. 

Soto ayam dengan potongan ayam
(nasi merah ini aku bawa sendiri)
Soto Ayam Kampung ini rasanya berbeda dengan soto ayam biasanya, soto ayam biasa menggunakan kuah yang bening, kuah yang ditawarkan disini kuah yang agak keruh dengan rasa kaldu ayam asli. Bagi yang suka rempeyek di Soto Kadipiro ini juga menawarkan rempeyek yang gurih dan nikmat jika disandingkan dengan Soto ayamnya. Untuk potongan ayam, Soto Kadipiro ini menawarkan Potongan ayam kampung yang bertekstur lembut dan rasa gurih, bila tidak suka sajian yang sudah dipotong, Soto Kadipiro ini juga menawarkan daging ayam utuh (potongan dada+sayap, paha atas, paha bawah+ceker, Kepala ayam, Rampela, Hati)

Soto Kadipiro yang asli hanya terletak di jalan wates (utara jalan) rumah warna hijau. Berhati hati di jalan wates ini banyak terdapat Soto Kadipiro, tetapi yang asli hanya yang utara jalan. 
1 porsi Soto kadipiro asli ini dijual Rp 12.000,- dan daging ayam kurang lebih Rp 15.000/potong (dada ayam/ paha atas)