Beberapa hari ini di kota yogyakarta penuh dengan wisatawan. Long wiken seperti libur natal dan libur tahun baru ini membawa berkah bagi sebagian besar usaha pariwisata di yogyakarta, dari hotel hingga jajanan pinggir jalan, dari wisata bersejarah hingga wisata alam.
Jalan Malioboro merupakan jalan yang tidak bisa dipisahkan dari kota yogyakarta. Uniknya setelah kuamati beragam wisatawan tahun ini yang berada di kawasan malioboro untuk mengabadikan kenangan pada umumnya membawa tongsis (tongkat narsis) atau kamera DSLR. Tongsis dan Handphone hampir mudah didapati di setiap ujung lokasi pemotretan (dibawah tulisan "Jl. Malioboro") merupakan perangkat yang paling simple untuk mengabadikan kenangan bersama-sama.
Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex), merupakan kamera yang menggunakan sistem Single Lens Reflex, dimana sering disebut kamera semi pro. Kemampuan kamera ini sama seperti kamera manual jaman dahulu, dimana kita dapat mengatur berapa kecepatan, banyaknya cahaya yang masuk, iso/ asa (pada film) yang digunakan. Lensa pada kamera DSLR dapat diganti sesuai dengan kebutuhan masing masing keperluan (wide angle, normal, tele).
Kebanyakan wisatawan yang aku lihat di sepanjang malioboro tidak memanfaatkan fitur-fitur (kelebihan) kamera DSLR untuk mengabadikan kenangan, pada umumnya mereka menggunakan fitur "AUTO" dengan kondisi flash otomatis terangkat. Tidak ada salahnya adanya fitur "AUTO" pada kamera DSLR ini, hanya saja jika kita hanya dapat menggunakan "AUTO" kenapa kita harus menggunakan kamera DSLR. Teman saya pernah berkata, "Kalau hasil fotomu bisa dicapai menggunakan kamera pocket, kenapa harus menggunakan kamera DSLR?". Kata-kata temanku ini sangat membekas disetiap aku melakukan pemotretan dengan menggunakan kamera DSLR. Pada saat aku melakukan pemotretan dengan DSLR selalu mencoba untuk mendapatkan hasil foto yang tidak dapat didapatkan oleh kamera pocket.
Setahu aku kamera DSLR bukan barang murah, meskipun dengan spesifikasi yang paling bawah pun harga kamera tersebut tetap jauh lebih tinggi dibanding dengan kamera pocket. Jadi kenapa kita harus buang uang lebih kalau kita bisa menghasilkan foto yang sama jika kita menggunakan kamera yang lebih murah.
![]() |
| Foto Menggunakan Kamera Pocket Casio + Editing Photoshop |
Apakah kamera pocket dapat menghasilkan gambar yang cukup bagus untuk bersaing dengan fitur "AUTO" kamera DSLR? Untuk itu aku hanya dapat memberikan contoh hasil fotoku yang aku ambil dengan kamera casio (kalau tidak salah pada waktu itu aku beli dengan harga kurang lebih 1 jutaan).
Tulisan ini hanya ditujukan untuk membantu teman-teman apakah teman-teman memang membutuhkan kamera DSLR, atau cukup dengan kamera pocket.
NB. Sedikit berbagi, build in flash yang terdapat pada kamera kalian (pocket maupun DSLR) hanya dapat membantu menerangi sejauh maksimal 2 meter dari sumber cahaya. jadi inget jika menggunakannya jangan jauh jauh dari kamera.
NB. Sedikit berbagi, build in flash yang terdapat pada kamera kalian (pocket maupun DSLR) hanya dapat membantu menerangi sejauh maksimal 2 meter dari sumber cahaya. jadi inget jika menggunakannya jangan jauh jauh dari kamera.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar